Minggu, 05 April 2015

Review Session 1: Apa itu Microfinance?




keuangan mikro adalah alat pembangunan ekonomi yang kuat. Lembaga keuangan mikro (LKM) memberikan layanan keuangan untuk orang miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah, atau microentrepeneurs, yang memiliki sedikit atau tanpa akses ke keuangan formal. LKM mengembangkan produk dan metodologi untuk mengatasi shortfall agunan klien dan membuat mereka berhak untuk mendapatkan pinjaman dan jasa keuangan lainnya.

Keuangan Mikro bertujuan mengisi kesenjangan dan memberikan akses ke layanan keuangan seperti tabungan, kredit, asuransi dan pengiriman uang kepada orang-orang yang miskin sehingga mereka akan tetap terlayani.

Yang membuat keuangan mikro yang berbeda dari yang lain, adalah ini merupakan alat anti-kemiskinan yaitu ide untuk meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat miskin melalui usaha mereka sendiri. Kredit diberikan untuk mendukung "usaha mikro", yang memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki peluang ekonomi. Kurangnya investasi dalam modal kerja adalah kendala utama yang mereka miliki, dan kredit mikro dimungkinkan untuk mengatasi kendala ini.



1.1  Microcredit

Microcredit adalah kredit kecil yang diberikan kepada klien oleh bank atau lembaga lain. Microcredit dapat ditawarkan tanpa agunan, kepada individu atau melalui pinjaman kelompok. Pinjaman kelompok adalah mekanisme yang memungkinkan sejumlah individu untuk mendapatkan pinjaman melalui skema kelompok. Insentif untuk membayar didasarkan pada tekanan teman sebaya; jika satu orang dalam kelompok tertentu, anggota kelompok lainnya harus membuat jumlah pembayaran. Pinjaman individu, sebaliknya, berfokus pada satu klien dan tidak memerlukan pembentukan kelompok. 

Microcredit telah terbukti menjadi alat yang efektif melawan kemiskinan, memungkinkan mereka yang tidak memiliki akses ke sistem keuangan formal untuk meminjam sejumlah  dana yang mereka butuhkan dan memulai atau mengembangkan usaha kecil.



1.2  Microcredit dan Microfinance

Microcredit adalah bagian dari bidang Microfinance. Microcredit adalah penyediaan layanan kredit kepada pengusaha berpenghasilan rendah, sementara Microfinance  termasuk kredit, tabungan dan jasa keuangan yang semakin tambahan seperti asuransi dan transfer uang. Bukti-bukti menunjukkan bahwa untuk tabungan sangat miskin adalah sama pentingnya dengan pinjaman: ini merupakan indikasi pentingnya Microfinance  sebagai kombinasi jasa keuangan yang berbeda.



1.3 Klien Microfinance

Klien keuangan mikro adalah;

1.      Orang atau berpenghasilan rendah "miskin yang aktif secara ekonomi" yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal.

Klien harus memiliki peluang ekonomi dan keterampilan kewirausahaan sehingga uang yang mereka terima tidak harus digunakan untuk konsumsi, tetapi untuk tujuan produktif.

2.      Sebagian besar program berfokus pada perempuan dan menggunakan tabungan dan pinjaman berbasis skema kelompok.


1.4 Microfinance dan Rentenir
Rentenir adalah pesaing langsung LKM. Orang miskin yang dikeluarkan dari sistem keuangan formal, hanya memiliki satu-satunya alternatif ini sebagai sumber dana informal.
Sisi negatif dari rentenir adalah bunga yang dibebankan lebih besar daripada LKM, peminjam tidak memiliki perlindungan dari penyalahgunaan perilaku, misalnya pinjaman kasar atau praktik pengumpulan pinjaman yang tidak adil. Sisi positif yang mereka punya adalah mereka dekat dengan orang-orang miskin dan mampu menanggapi kebutuhan mereka, tepat waktu atau mudah dalam pencairan pinjaman.

1.5 Keberlangsungan Keuangan
Untuk menjalankan usaha, lembaga keuangan maupun semua perusahaan, membutuhkan
dana. Dana tersebut dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yang berbeda: mereka dapat menerbitkan saham (ekuitas) atau akses yang disebut pembiayaan utang yang biasanya dalam bentuk obligasi dan pinjaman dari lembaga keuangan lainnya. Bank dapat mengumpulkan tabungan dari nasabah mereka.
Sumber daya tambahan dapat berasal dari sumbangan, hibah atau pinjaman lunak. LSM keuangan biasanya mengandalkan subsidi donor dan tidak diizinkan untuk mengumpulkan tabungan, sementara bank-bank komersial mengandalkan sumber mereka sendiri dana, deposito dari klien (tabungan) dan modal.
Saat ini, sumber utama dana bagi LKM adalah amal, pemerintah dan organisasi internasional. Kebanyakan LKM sangat bergantung pada dukungan donor dan tidak layak secara finansial.
Keberlanjutan keuangan adalah kemampuan penyedia keuangan mikro untuk menutupi semua yang biaya secara disubsidi. Jika LKM tetap tergantung pada pendanaan donor yang terbatas mereka akan dapat hanya dapat mencapai masyarakat dalam jumlah terbatas. Alat untuk menganalisis keberlanjutan LKM, digunakan Operasional Swasembada (OSS) dan Self Keuangan Kecukupan (FSS).

1.6 Perspektif Masa Depan
keuangan mikro sebagai penyediaan jasa keuangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang seharusnya dikeluarkan dari sistem keuangan formal. Terdapat banyak risiko yang diperoleh untuk memperjuangkan tujuan ini tetapi juga ada banyak alasan untuk berharap bahwa kegiatan ini akan berhasil. Yang paling penting adalah bukti kemajuan yang industri, dengan kecepatan meningkat, dibuat dalam 30 tahun terakhir.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar