GRAMEEN STORY
Video tersebut bercerita tentang kisah ibu Jhodi
Kaarmaan yang mengetahui sebuah organisasi baru yang membantu para wanita miskin
seperti dirinya dengan memberikan pinjaman pada desember 1979.
Dulu,
rumahnya terbuat dari jerami, atapnya pun juga. Saat hujan turun, maka rumah beserta isinya
akan basah. Ibu Jhodi Karmaan akan melindungi anaknya agar mereka tidak kebasahan. Ia juga mencoba menaruh daun pisang raja
diatapnya untuk melindungi mereka dari hujan.
Ia menikah pada tahun 1962, saat usianya 10 tahun, dan melahirkan
anak pertamanya diumur 15 tahun. Suaminya bekerja sebagai buruh lapangan,
dengan penghasilkan kurang dari 20 cent perhari sehingga untuk makan pun susah. Menurut ibu
itu, masa-masa itu adalah hal yang sangat sulit untuk diceritakan.
Ibu itu
menjelaskan, “Saya selalu percaya Tuhan itu maha pemberi, dan kami akan terus menunggu.
Waktu itu anak-anakku hampir mati kelaparan. Sangat sulit untuk dijelaskan
bagaimana aku berjuang dalam kehidupanku. Hal ini sangat menyakitkan untuk
dijelaskan. Tetapi sekarang Tuhan telah
memberikan rahmat-Nya. Dulu aku tak mempunyai pakaian seperti ini, aku hanya
mempunyai satu pakaian. Aku mencuci pakaian itu dan memakainya lagi walaupun dalam
keadaan basah. Sekarang, berkat rahmat dari Tuhan aku mempunyai banyak pakaian.
Apalagi yang harus kukatakan?”
Pada januari
1980, ibu itu mencoba untuk menutupi pinjaman pertamanya dengan meminjam
sekitar 600 taka. Dengan 600 taka itu ia meminjam alat pemotong padi dan
memulai usahanya. Lebih dari satu tahun ia bekerja keras. Akhirnya ibu itu
berhasil membayar pembayaran terakhir (final payment) pada tanggal 1 januari
1981. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia dan keluarganya makan 3 kali
sehari.
Ibu itu
melanjutkan, “ orang-orang memberitahuku jika aku tidak membayar (uang pinjaman
dari bank), orang dari bank akan datang membunuhku karena uang. Jadi aku sangat
takut untuk meminjam. Akan tetapi, sewaktu aku membayar lunas pinjaman pertama
600 taka itu, aku merasa berani (untuk meminjam lagi), jadi aku meminta
pinjaman lebih, sehingga aku meminjam 200 taka.”
Selama 25
tahun lebih, ia telah sukses membayar pinjamannya yang besar. Sekarang ia
hidup bahagia bersama keluarganya. Ibu ini mengatakan bahwa semuanya berasal
dari pinjaman 10 dollar-nya.
GRAMEEN BANK AT GLANCE
Cuplikan video tersebut mengisahkan tentang seorang Muhammad Yunus, banker yang
memberikan pinjaman kepada jutaan orang miskin tanpa menggunakan jaminan.
Muhammad Yunus mengatakan, “
Banyak sekali orang-orang di dunia yang tidak terkualifikasi untuk meminjam
uang di lembaga keuangan. Jadi setidaknya kita bisa membuat suatu perubahan”
“Kita ingin membuka pintu bank yang dapat memberikan financial services kepada
orang-orang miskin. jika kita memberi pinjaman untuk mereka (orang miskin),
mereka tidak mempunyai apa-apa untuk dijadikan jaminan, mereka pun akan sulit
untuk membayarnya. Dan kami (Grameen bank) berusaha untuk meminjamkan uang kepada
mereka yang mempunyai utang untuk memulai usaha, tanpa adanya jaminan. Dan itu
berhasil. Hari ini kami mempunyai hampir dari 8 juta dollar di Grameen Bank-
Bangladesh. 97% dari mereka adalah wanita, dimulai dari wanita yang fakir. Dan
itu merubah segalanya, dengan meminjamkan uang itu, kehidupan mereka pun
berubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar