Minggu, 05 April 2015

Grameen Story dan Grameen at Glance

GRAMEEN STORY
      Video tersebut bercerita tentang kisah ibu Jhodi Kaarmaan yang mengetahui sebuah organisasi baru yang membantu para wanita miskin seperti dirinya dengan memberikan pinjaman pada desember 1979.
                Dulu, rumahnya terbuat dari jerami, atapnya pun juga. Saat hujan turun, maka rumah beserta isinya akan basah. Ibu Jhodi Karmaan akan melindungi anaknya agar mereka tidak kebasahan. Ia juga mencoba menaruh daun pisang raja  diatapnya untuk melindungi mereka dari hujan.
                  Ia menikah pada tahun 1962, saat usianya 10 tahun, dan melahirkan anak pertamanya diumur 15 tahun. Suaminya bekerja sebagai buruh lapangan, dengan penghasilkan kurang dari 20 cent perhari sehingga untuk makan pun susah. Menurut ibu itu, masa-masa itu adalah hal yang sangat sulit untuk diceritakan.
                Ibu itu menjelaskan, “Saya selalu percaya Tuhan itu maha pemberi, dan kami akan terus menunggu. Waktu itu anak-anakku hampir mati kelaparan. Sangat sulit untuk dijelaskan bagaimana aku berjuang dalam kehidupanku. Hal ini sangat menyakitkan untuk dijelaskan. Tetapi sekarang  Tuhan telah memberikan rahmat-Nya. Dulu aku tak mempunyai pakaian seperti ini, aku hanya mempunyai satu pakaian. Aku mencuci pakaian itu dan memakainya lagi walaupun dalam keadaan basah. Sekarang, berkat rahmat dari Tuhan aku mempunyai banyak pakaian. Apalagi yang harus kukatakan?”
                Pada januari 1980, ibu itu mencoba untuk menutupi pinjaman pertamanya dengan meminjam sekitar 600 taka. Dengan 600 taka itu ia meminjam alat pemotong padi dan memulai usahanya. Lebih dari satu tahun ia bekerja keras. Akhirnya ibu itu berhasil membayar pembayaran terakhir (final payment) pada tanggal 1 januari 1981. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia dan keluarganya makan 3 kali sehari.
                Ibu itu melanjutkan, “ orang-orang memberitahuku jika aku tidak membayar (uang pinjaman dari bank), orang dari bank akan datang membunuhku karena uang. Jadi aku sangat takut untuk meminjam. Akan tetapi, sewaktu aku membayar lunas pinjaman pertama 600 taka itu, aku merasa berani (untuk meminjam lagi), jadi aku meminta pinjaman lebih, sehingga aku meminjam 200 taka.”
                Selama 25 tahun lebih, ia telah sukses membayar pinjamannya yang besar. Sekarang ia hidup bahagia bersama keluarganya. Ibu ini mengatakan bahwa semuanya berasal dari pinjaman 10 dollar-nya.

GRAMEEN BANK AT GLANCE

Cuplikan video tersebut mengisahkan tentang seorang Muhammad Yunus, banker yang memberikan pinjaman kepada jutaan orang miskin tanpa menggunakan jaminan.
Muhammad Yunus mengatakan, “ Banyak sekali orang-orang di dunia yang tidak terkualifikasi untuk meminjam uang di lembaga keuangan. Jadi setidaknya kita bisa membuat suatu perubahan”
“Kita ingin membuka pintu bank yang dapat memberikan financial services kepada orang-orang miskin. jika kita memberi pinjaman untuk mereka (orang miskin), mereka tidak mempunyai apa-apa untuk dijadikan jaminan, mereka pun akan sulit untuk membayarnya. Dan kami (Grameen bank) berusaha untuk meminjamkan uang kepada mereka yang mempunyai utang untuk memulai usaha, tanpa adanya jaminan. Dan itu berhasil. Hari ini kami mempunyai hampir dari 8 juta dollar di Grameen Bank- Bangladesh. 97% dari mereka adalah wanita, dimulai dari wanita yang fakir. Dan itu merubah segalanya, dengan meminjamkan uang itu, kehidupan mereka pun berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar