Selasa, 12 Mei 2015

Review Season 3: Metodologi



Setiap LKM di seluruh dunia mengembangkan metodologi yang berbeda-beda sesuai dengan lokasi LKM tersebut  tanpa melupakan prinsip-prinsip keuangan mikro dasar. Pad bab ini akan dibahas dua skema utama pinjaman, yaitu pinjaman individu dan pinjaman kelompok. Kedua jenis tersebut sukses diaplikasikan oleh Bank Rakyat Indonesia dan Bank Grameen. Grameen Bank memperkenalkan terobosan dalam pinjaman kelompok sementara Bank Rakhyat Indonesia, mengaplikasikan pinjaman individu, membuat BRI menjadi LKM terbesar di dunia.

3.1 Pinjaman Individu
Metodologi pinjaman individu ini menggunakan metode perbankan konvensional yang telah ditargetkan untuk melayani masyarakat berpenghasilan rendah. Jaminan yang digunakan dapat berupa aset seperti sepeda atau meja. Keputusan pinjaman disesuaikan berdasarkan kebutuhan khusus dari setiap pemohon dan biasanya dilakukan setelah kunjungan petugas pinjaman ke rumah dan tempat kerja klien. Petugas kredit bertanggung jawab untuk melacak setiap pinjaman melalui laporan yang selalu diperbarui.
Petugas pinjaman memainkan peran yang sangat penting dalam setiap metodologi kredit keuangan mikro; mereka harus memastikan catatan pembayaran yang baik dari setiap klien melalui pengembangan informasi terbaru dan mengantisipasi potensi masalah. Mereka harus memiliki pemahaman tentang kegiatan bisnis yang berbeda dan melacak perkembangan pasar yang mungkin mempengaruhi perilaku pembayaran.
Karakteristik yang diimplementasikan dalam pinjaman individu adalah pendiisiplin kredit dengan begitu dapat dihasilkan perilaku pembayaran yang baik serta dibuat dengan penegakan kontrak yang ketat serta dengan insentif positif untuk pembayaran tepat waktu seperti akses ke pinjaman yang lebih besar dengan persyaratan yang lebih baik dalam hal waktu, tingkat suku bunga yang lebih rendah dan akses untuk produk yang lebih beragam.
 3.1.1 Bank Rakyat Indonesia: Aplikasi Sukses Pinjaman Individu dalam Keuangan Mikro
Bank Rakyat Indonesia adalah lembaga keuangan mikro terbesar di dunia yang menerapkan pinjaman individu. Kredit hanya diberikan kepada individu berdasarkan pada kriteria tertentu dan petugas kredit.
Petugas kredit mengumpulkan informasi tentang perilaku dan peminjam potensial (kemampuan untuk membayar). Selanjutnya, jumlah pinjaman yang dibutuhkan akan dinilai dari sisi kemampuan nasabah untuk melunasi pinjaman serta jaminan alternatif yang diberikan. Peminjam harus memberikan jaminan yang cukup untuk menutupi nilai pinjaman, dapat berupa tanah atau bangunan, ataupun sepeda motor, sepeda atau aset seperti meja diterima yang bersifat agunan alternatif.
Fitur menarik yang digunakan BRI adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk menghitung plafon pinjaman berikutnya untuk peminjam ulang, ada dua insentif utama yang disediakan untuk pembayaran tepat waktu. Insentif pertama adalah peningkatan jumlah yang tersedia untuk pinjaman berikutnya jika tidak ada cacat yang tercatat dalam sejarah kredit. Yang kedua adalah bagian dari bunga dibayar kembali ke pelanggan jika semua pembayaran dilakukan tepat waktu. Pendekatan yang digunakan oleh BRI telah berhasil digunakan dalam pemberian produk kredit, dan jasa tabungan. Bank ini mempelajari bahwa suku bunga bukanlah perhatian utama bagi peminjam dan penabung, Mereka membutuhkan rasa aman, nyaman dan fleksibel terhadap produk-produk keuangan yang tersedia. Akses terhadap jasa keuangan seringkali menjadi kendala utama bagi mereka. 

3.2 Pinjaman Kelompok
Pinjaman kelompok adalah pinjaman/kredit yang disalurkan kepada sekelompok peminjam. Pinjaman ini adalah terobosan untuk menangani peningkatan biaya pembuatan pinjaman kecil dalam jumlah banyak serta untuk memecahkan masalah kurangnya jaminan pelanggan.
Ada beberapa teknik pinjaman kelompok dengan fitur yang berbeda-beda. Anggota kelompok memperoleh pinjaman awal jangka pendek berjumlah kecil dengan durasi mulai dari
satu bulan
hingga satu tahun. Jumlah dana yang dicairkan biasanya mengikuti pendekatan; Lebih besar pinjaman yang dikucurkan ketika jumlah sebelumnya dibayar. Pendekatan ini
memberikan insentif
saat membayar dan memungkinkan lembaga untuk membangun sejarah kredit untuk setiap kelompok dan klien. Anggota kelompok umumnya tidak dipilih oleh lembaga pinjaman tetapi dipilih oleh pelanggan sendiri. Jumlah rata-rata anggota adalah 3 sampai 10
orang
yang bergabung bersama untuk menjamin satu sama lain. Selanjutnya pinjaman yang lebih besar tergantung pada pembayaran tepat waktu dari semua anggota
kelompok.
Jika salah satu anggota menunggak
maka kelompok secara hukum bertanggung jawab untuk pembayarannya. Angsuran umumnya mingguan atau bulanan dan pembayaran dijamin kolektif. Komponen penting lainnya adalah pertemuan rutin anggota kelompok, pelatihan dan simpanan wajib.
3.2.1 Model Grameen: Terobosan dalam Pinjaman Kelompok
Grameen Bank dari Bangladesh meraih sukses yang luar biasa dari pelaksanaan metodologi tertentu yang memungkinkan Grameen untuk membuat kredit mikro
kepada orang-orang miskin tanpa agunan tradisional.
Metodologi Grameen Bank didasarkan pada kelompok yang terdiri dari lima anggota, yang tersusun menjadi sekitar tujuh kelompok. Semua anggota kelompok harus mempelajari prosedur dasar bank tetapi mereka tidak menerima pelatihan apapun dalam kegiatan bisnis mereka.  
Jumlah pinjaman rata-rata sekitar US $ 100, bagi anggota yang memenuhi syarat berhak untuk meningkatkan jumlah pinjaman dari waktu ke waktu, tergantung pada sejarah pembayaran individu dan dari kelompok. Mayoritas anggota kelompok adalah perempuan yakni 96% dari klien Grameen Bank. Ini merupakan karakteristik penting dan sering dicap sebagai salah satu faktor keberhasilan utama metodologi Grameen.
Fitur yang dimiliki dari skema ini diantaranya, tingkat pengembalian pinjaman tinggi karena peminjam membayar pinjaman mereka agar mereka dapat mempertahankan akses serta meningkatkan jumlah pinjaman. Selain itu, peminjam tidak perlu menandatangani instrumen hukum dan juga anggota lain tidak secara hukum bertanggung jawab untuk membayar atas nama anggota tersebut, karena tekanan sosial yang diberikan oleh anggota kelompok. Grameen Bank memobilisasi tabungan sebagai bagian dari metodologi pinjamannya. Masing-masing
anggota diperlukan untuk menyimpan jumlah yang sangat kecil uang setiap minggu. Tambahan lagi,
setiap peminjam harus membayar tambahan 5% dari jumlah pinjaman yang diterima.

3.3 Metodologi Pinjaman di Kawasan Arab
Menurut survei regional yang dilakukan PBB pada tahun 2004, pinjaman kelompok adalah metodologi pinjaman yang banyak digunakan oleh lembaga keuangan mikro di daerah Arab yakni hampir 70% dari klien mereka adalah anggota kelompok. Namun, jika Maroko dikeluarkan dari perhitungan, pinjaman maka individu menjadi yang paling populer. Selain itu, di beberapa negara seperti Yaman yang sebagian besar lembaganya menggunakan metodlogi pinjaman kelompok tetapi mereka hanya bertujuan untuk mengurangi biaya, ada semacam tekanan sosial tetapi anggota kelompok tidak menjamin pembayaran satu sama lain.

3.4 Kesimpulan
Pada bab ini dibahas dua jenis metodologi yang paling penting dari metodologi kredit mikro yaitu pinjaman individu dan pinjaman kelompok. LKM harus menyesuaikan metodologi tersebut dengan kondisi pasar, lingkungan dan kapasitas internal.
Melalui pinjaman kelompok, LKM dapat mencapai sejumlah besar peminjam miskin yang mungkin tidak memiliki agunan tradisional. Serta, metodologi ini dapat menghemat waktu dan uang LKM dalam tahap screening. Namun dalam beberapa kasus LKM dapat menghabiskan lebih banyak waktu dan uang karena mencoba untuk mengatur dan mengelola kelompok yang lebih rumit disbanding pinjaman individu yang ditawarkan untuk klien yang sama.
Pinjaman individu lebih fleksibel dan lebih cocok untuk
klien yang memiliki peningkatan bisnis, dan membutuhkan jumlah yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar