Setiap
LKM di seluruh dunia mengembangkan metodologi yang
berbeda-beda
sesuai dengan lokasi LKM tersebut tanpa melupakan prinsip-prinsip keuangan mikro dasar. Pad
bab ini akan dibahas dua
skema utama pinjaman, yaitu pinjaman individu dan pinjaman kelompok. Kedua jenis tersebut sukses diaplikasikan oleh Bank Rakyat Indonesia dan Bank Grameen. Grameen Bank
memperkenalkan terobosan
dalam pinjaman
kelompok sementara Bank Rakhyat
Indonesia, mengaplikasikan
pinjaman individu, membuat BRI menjadi LKM terbesar di dunia.
3.1 Pinjaman Individu
Metodologi pinjaman individu ini menggunakan metode perbankan konvensional yang telah ditargetkan untuk melayani masyarakat
berpenghasilan rendah. Jaminan
yang digunakan dapat berupa aset seperti sepeda atau meja. Keputusan pinjaman disesuaikan berdasarkan kebutuhan khusus dari setiap
pemohon dan biasanya dilakukan setelah kunjungan petugas pinjaman ke rumah dan
tempat kerja klien. Petugas kredit
bertanggung jawab untuk melacak setiap pinjaman melalui laporan yang selalu diperbarui.
Petugas pinjaman memainkan peran yang sangat penting
dalam setiap metodologi kredit keuangan mikro;
mereka harus memastikan catatan pembayaran yang baik dari setiap klien melalui pengembangan informasi terbaru dan
mengantisipasi potensi masalah. Mereka
harus memiliki pemahaman tentang kegiatan bisnis yang berbeda dan melacak
perkembangan pasar yang mungkin mempengaruhi perilaku pembayaran.
Karakteristik yang diimplementasikan dalam pinjaman individu adalah pendiisiplin kredit dengan
begitu dapat dihasilkan perilaku
pembayaran yang baik serta dibuat dengan penegakan kontrak yang ketat serta dengan insentif positif
untuk pembayaran tepat waktu seperti
akses ke
pinjaman yang lebih besar dengan persyaratan yang lebih baik dalam hal waktu, tingkat suku bunga
yang lebih rendah dan akses
untuk produk
yang lebih beragam.
3.1.1 Bank Rakyat Indonesia: Aplikasi Sukses Pinjaman
Individu dalam Keuangan Mikro
Bank Rakyat Indonesia adalah lembaga keuangan mikro
terbesar di dunia yang menerapkan pinjaman individu. Kredit
hanya diberikan kepada individu berdasarkan pada kriteria tertentu dan petugas kredit.
Petugas
kredit mengumpulkan
informasi tentang perilaku dan peminjam potensial
(kemampuan untuk
membayar). Selanjutnya,
jumlah pinjaman yang dibutuhkan akan dinilai dari sisi
kemampuan nasabah untuk melunasi pinjaman serta jaminan alternatif yang diberikan. Peminjam harus
memberikan jaminan yang cukup untuk menutupi nilai pinjaman, dapat berupa tanah atau bangunan, ataupun
sepeda motor, sepeda atau aset seperti meja diterima yang bersifat agunan alternatif.
Fitur
menarik yang digunakan BRI adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk menghitung plafon
pinjaman berikutnya untuk
peminjam ulang, ada dua insentif utama yang disediakan untuk pembayaran tepat
waktu. Insentif pertama adalah
peningkatan
jumlah yang tersedia untuk pinjaman berikutnya jika tidak ada cacat yang tercatat dalam sejarah kredit. Yang kedua adalah bagian
dari bunga dibayar kembali ke pelanggan jika semua
pembayaran dilakukan tepat waktu.
Pendekatan yang
digunakan oleh BRI telah berhasil digunakan
dalam pemberian produk kredit, dan jasa tabungan.
Bank ini mempelajari bahwa suku bunga
bukanlah perhatian utama bagi peminjam dan penabung, Mereka membutuhkan rasa aman, nyaman dan fleksibel terhadap produk-produk keuangan yang tersedia. Akses terhadap jasa keuangan seringkali menjadi
kendala utama bagi mereka.
3.2 Pinjaman Kelompok
Pinjaman
kelompok
adalah pinjaman/kredit yang disalurkan kepada sekelompok peminjam. Pinjaman ini adalah terobosan untuk menangani peningkatan biaya pembuatan
pinjaman kecil dalam jumlah banyak
serta untuk memecahkan masalah
kurangnya jaminan pelanggan.
Ada beberapa teknik pinjaman kelompok dengan
fitur yang berbeda-beda.
Anggota kelompok memperoleh pinjaman awal
jangka pendek berjumlah kecil dengan durasi mulai dari
satu bulan hingga satu tahun. Jumlah dana yang dicairkan biasanya mengikuti pendekatan; Lebih besar pinjaman yang dikucurkan ketika jumlah sebelumnya dibayar. Pendekatan ini
memberikan insentif saat membayar dan memungkinkan lembaga untuk membangun sejarah kredit untuk setiap kelompok dan klien. Anggota kelompok umumnya tidak dipilih oleh lembaga pinjaman tetapi dipilih oleh pelanggan sendiri. Jumlah rata-rata anggota adalah 3 sampai 10
orang yang bergabung bersama untuk menjamin satu sama lain. Selanjutnya pinjaman yang lebih besar tergantung pada pembayaran tepat waktu dari semua anggota
kelompok. Jika salah satu anggota menunggak maka kelompok secara hukum bertanggung jawab untuk pembayarannya. Angsuran umumnya mingguan atau bulanan dan pembayaran dijamin kolektif. Komponen penting lainnya adalah pertemuan rutin anggota kelompok, pelatihan dan simpanan wajib.
satu bulan hingga satu tahun. Jumlah dana yang dicairkan biasanya mengikuti pendekatan; Lebih besar pinjaman yang dikucurkan ketika jumlah sebelumnya dibayar. Pendekatan ini
memberikan insentif saat membayar dan memungkinkan lembaga untuk membangun sejarah kredit untuk setiap kelompok dan klien. Anggota kelompok umumnya tidak dipilih oleh lembaga pinjaman tetapi dipilih oleh pelanggan sendiri. Jumlah rata-rata anggota adalah 3 sampai 10
orang yang bergabung bersama untuk menjamin satu sama lain. Selanjutnya pinjaman yang lebih besar tergantung pada pembayaran tepat waktu dari semua anggota
kelompok. Jika salah satu anggota menunggak maka kelompok secara hukum bertanggung jawab untuk pembayarannya. Angsuran umumnya mingguan atau bulanan dan pembayaran dijamin kolektif. Komponen penting lainnya adalah pertemuan rutin anggota kelompok, pelatihan dan simpanan wajib.
3.2.1 Model
Grameen: Terobosan dalam Pinjaman Kelompok
Grameen Bank
dari Bangladesh
meraih sukses yang luar biasa dari pelaksanaan metodologi
tertentu yang memungkinkan Grameen untuk membuat kredit mikro
kepada orang-orang miskin tanpa agunan tradisional. Metodologi Grameen Bank didasarkan pada kelompok yang terdiri dari lima anggota, yang tersusun menjadi sekitar tujuh kelompok. Semua anggota kelompok harus mempelajari prosedur dasar bank tetapi mereka tidak menerima pelatihan apapun dalam kegiatan bisnis mereka.
kepada orang-orang miskin tanpa agunan tradisional. Metodologi Grameen Bank didasarkan pada kelompok yang terdiri dari lima anggota, yang tersusun menjadi sekitar tujuh kelompok. Semua anggota kelompok harus mempelajari prosedur dasar bank tetapi mereka tidak menerima pelatihan apapun dalam kegiatan bisnis mereka.
Jumlah pinjaman
rata-rata sekitar US $ 100,
bagi anggota yang memenuhi syarat berhak untuk meningkatkan jumlah pinjaman dari
waktu ke waktu, tergantung pada sejarah pembayaran individu dan dari kelompok.
Mayoritas anggota kelompok adalah perempuan yakni 96% dari klien
Grameen Bank. Ini merupakan
karakteristik penting dan sering dicap sebagai salah satu faktor keberhasilan
utama metodologi Grameen.
Fitur yang dimiliki dari skema ini
diantaranya, tingkat pengembalian pinjaman tinggi karena peminjam
membayar pinjaman mereka agar mereka dapat mempertahankan
akses serta meningkatkan jumlah pinjaman. Selain itu, peminjam tidak perlu menandatangani instrumen
hukum dan juga anggota lain tidak secara hukum bertanggung
jawab untuk membayar atas nama anggota tersebut, karena tekanan sosial yang diberikan oleh anggota kelompok. Grameen
Bank memobilisasi tabungan sebagai bagian dari metodologi pinjamannya.
Masing-masing
anggota diperlukan untuk menyimpan jumlah yang sangat kecil uang setiap minggu. Tambahan lagi, setiap peminjam harus membayar tambahan 5% dari jumlah pinjaman yang diterima.
anggota diperlukan untuk menyimpan jumlah yang sangat kecil uang setiap minggu. Tambahan lagi, setiap peminjam harus membayar tambahan 5% dari jumlah pinjaman yang diterima.
3.3 Metodologi Pinjaman di Kawasan Arab
Menurut survei regional yang dilakukan PBB pada
tahun 2004, pinjaman
kelompok adalah metodologi pinjaman yang
banyak digunakan oleh lembaga keuangan mikro di daerah Arab
yakni hampir 70% dari klien mereka adalah anggota kelompok. Namun, jika Maroko dikeluarkan dari perhitungan, pinjaman maka
individu menjadi yang paling populer. Selain
itu, di beberapa negara seperti Yaman
yang sebagian besar
lembaganya menggunakan metodlogi pinjaman kelompok tetapi mereka hanya bertujuan untuk mengurangi biaya, ada semacam tekanan sosial tetapi anggota
kelompok tidak menjamin pembayaran satu sama lain.
3.4 Kesimpulan
Pada
bab ini dibahas dua jenis metodologi yang paling penting dari metodologi kredit mikro yaitu pinjaman individu dan
pinjaman kelompok. LKM
harus menyesuaikan metodologi tersebut dengan kondisi pasar, lingkungan dan kapasitas
internal.
Melalui
pinjaman kelompok, LKM dapat mencapai sejumlah besar peminjam miskin yang mungkin tidak memiliki agunan tradisional. Serta,
metodologi ini dapat menghemat waktu dan uang LKM dalam tahap screening. Namun dalam beberapa kasus LKM dapat menghabiskan lebih banyak waktu dan
uang karena mencoba untuk mengatur dan mengelola
kelompok yang lebih rumit disbanding pinjaman
individu yang ditawarkan untuk
klien yang
sama.
Pinjaman individu lebih fleksibel dan lebih cocok untuk klien yang memiliki peningkatan bisnis, dan membutuhkan jumlah yang lebih besar.
Pinjaman individu lebih fleksibel dan lebih cocok untuk klien yang memiliki peningkatan bisnis, dan membutuhkan jumlah yang lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar